PROFIL DESA BANJARAN
KEPALA DESA BANJARAN
BAPAK H. KASMADI
JAJARAN PERANGKAT DESA BANJARAN
Dari kiri: Kisman Hadi, Isa Ansori, Sunaryo, Aminnyoto, Mei Resti A, Nur Alfin, Imam Wahyudi I, Heru Sunandar, A. Yunus
DATA PROFIL DESA
I. PROFIL
1.
NAMA
: DESA BANJARAN
2.
ALAMAT
: JL BANJARAN Desa Banjaran Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik
3.
TELEPON
: 0317592518
4. EMAIL : newbanjaran@gmail.com
II.
NAMA KEPALA DESA
1.
NAMA
: H. KASMADI
2.
PERIODE
: Tahun 2019 s/d Tahun 2025
III.
STRUKTUR ORGANISASI
1.
KEPALA DESA : H. KASMADI
2.
SEKRETARIS DESA : NUR
ALFIN
3.
KASI PEMERINTAHAN : IMAM WAHYUDI IKSAN
4.
KASI PELAYANAN : ISA ANSORI
5.
KASI KESEJAHTERAAN : MUHAMAD
AMINNYOTO
6.
KAUR TU.
& UMUM : SUNARYO
7.
KAUR PERENCANAAN : MEY RESTI ADELIA
8.
KAUR KEUANGAN : AHMAD YUNUS
9.
KASUN. BANJARAN : HERU SUNANDAR
10.
KASUN. BANJARSARI : KISMAN HADI
IV.
VISI - MISI
VISI : MENATA
DESA MENUJU KEMANDIRIAN
DALAM KESEJAHTERAAN BERKEADILAN
MISI :
a. Mewujudkan masyarakat yang
beriman, bertaqwa dan berakhlakul karimah.
b. Mewujudkan sumberdaya manusia yang berilmu
dan sehat.
c. Mewujudkan sumberdaya aparatur desa yang
professional, dinamis dan bermoral.
d. Meningkatkan peran serta dan pemberdayaan
masyarakat dalam pembangunan
sesuai hak dan kuwajiban.
e. Mewujudkan pemerintahan yang berkwalitas
bebas dari KKN dan profesionalitas
dalam kerangka good
govermence.
f. Mewujudkan kondisi daerah
yang aman, tertib dan damai dengan menegakkan
supremasi hukum dan HAM.
g. Penanggulangan kemis kinan
dan peningkatan taraf hidup masyarakat dan pem-
bangunan ekonomi
kerakyatan.
h. Meningkatkan teknologi
tepat guna bagi pertanian guna mewujudkan sentra
agrobisnis.
I . Mengembangkan dan mendayagunakan sumberdaya
alam dan bantuan secara
Optimal dan
berkelanjutan .
V. GEOGRAFIS
a. LUAS
WILAYAH
LUAS WILAYAH : 260,11 Ha.
Terdiri dari :
Tanah Kas Desa : 15
Ha.
Tanah Pemukiman : 65
Ha.
Tanah Makam : 0,96
Ha.
Tanah Rekreasi dan Olahraga :
0,5 Ha.
Sawah Masyarakat : 123,38 Ha.
Tegalan / Tanah kering : 26,92
Ha.
Pekarangan Penduduk :
8,5 Ha.
Jalan Tol : 17,
82 Ha.
Lain – lain : 1,99
Ha.
b. BATAS DESA
BATAS UTARA : DESA KARANGANDONG
BATAS TIMUR : DESA TANJUNGAN
BATAS SELATAN
: DESA KRIKILAN
BATAS BARAT : DESA KARANGANDONG
c.
JUMLAH DUSUN
Jumlah Dusun ada dua : Dusun Banjaran dan Dusun Banjarsari
d.
DATA PENDUDUK
Jumlah penduduk Desa Banjaran
adalah 5687 jiwa dengan rincian laki-laki : 2864 dan
perempuan : 2823 jiwa terdiri
dari 4532 usia dewasa dengan jumlah kepala keluarga
1811 Kepala Keluarga.
Data Penduduk menurut Agama dan
kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa :
1.
Penganut
agama Islam : 5.686
2.
Penganut agama Kristen : 1
3.
Penganut agama Hindu : -
4.
Penganut agama Budha : -
5.
Penganut kepercayaan : -
Data penduduk menurut mata pencaharian :
1.
Pegawai Negri Sipil :
26
2.
TNI / POLRI : 17
3.
Karyawan swasta : 2.078
4.
Petani : 340
5.
Pertukangan : 78
6.
Pedagang : 66
7.
Jasa sopir : 38
8.
Lainnya : 42
VI. SEJARAH
Sebelum jaman kemerdekaan
bahkan diperkirakan jaman kerajaan keberadaan Desa Banjaran sudah ada. Ini
dibuktikan dengan adanya prasasti sejarah yang pernah ada di desa Banjaran .
Prasasti tersebut berupa batu bertulis yang menggunakan huruf palawa
kemungkinanbahasa Sansekerta. Konon Desa Banjaran adalah merupakan hadiah
hadiah atau ganjaran dari penguasa Kerajaan yang ada di tanah Jawa kepada seseorang
yng sangat berjasa kepada kerajaan. Hadiah atau ganjaran tersebut berupa tanah untuk dijadikan Karang Pradesan
atau perkampungan dan juga untuk
pertanian . Dulu bukti sejarah yang berupa prasasti tersebut orang-orang
menyebut watu sembujo atau batu yang ada di bawah pohon sembujo (pohon
kamboja). Dan pada tahun 1985 batu tersebut dibawa oleh dinas Purbakala untuk
diteliti dan di simpan di museum purbakala Trowulan.
Desa banjaran terkenal dengan tanahnya yang subur. Desa
yang makmur gemah ripah loh jinawi. Kerena kesuburannya tanaman padi yang
ditanam di Desa Banjaran menjadi pusat perhatian oleh semua orang yang melintas
di sepanjang jalan Banjaran . Jalan
Banjaran membentang dari barat ketimur dari Desa Karangandong sampai Desa Tanjungan.
Di sebelah selatan jalan dari barat ke timur itulah bentangan sawah yang
menjadi pusat perhatian. Dengan
banyaknya bibit padi yang akan di tanam disawah sepanjang jalan tersebut kelihatan tertata rapi.
Karena sawah sudah siap untuk ditanami dan
bibit padi yang disiapkan terlihat berbanjar-banjar.Tempat tersebut orang-orang menyebut tempat mbanjari benih
padi. Atau menata padi dengan berbanjar-banjar. Ditempat itulah akhirnya
dikenal dengan sebutan BANJARAN.
Yang artinya tempat mbanjari
benih padi.
Desa Banjaran terdiri dari dua dusun yaitu Dusun
Banjaran dan Dusun Banjarsari. Dusun Banjaran
ada di sebelah barat sedangkan Dusun Banjarsari disebelah timur. Sejarah
Dusun Banjar-sari menurut cerita rakyat, didusun tersebut di huni seseorang yang disegani masyarakat.
Orang-orang menyebut mbah Sari akhirnya kampung tersebut
dikenal dengan sebutan
BANJARSARI.
Silsilah kepemimpinan desa Banjaran mempunyai cerita yang cukup
melegenda. Yang masih diingat masyarakat
diperkirakan abat 18 atau tahun
1800 masehi. Dimasa itu lurah yang
pertama adalah BIRONO kemudian lurah berikutnya atau yang kedua adalah GIPAH . Kemudian lurah
ke tiga yakni IBRAHIM lurah Ibrahim –
masa kepemimpinannya diperkirakan awal tahun 1900.
Lurah Ibrahim
inilah dikenang mayaraka t
cukup melegenda . Karena dimasa kepemimpinan lurah Ibrahim inilah
masyarakat mulai dekat dengan agama karena kealimannya. Dibawah kepemimpinan
lurah Ibrahim lah agama Islam mulai berkembang.Agama Islam mulai bersinar mulai
di bangun Langgar-langgar atau mushollah. Lurah Ibrahim terkenal cukup agamis
dan alim.Karena kealimannya tersebut lurah Ibrahim mempunyai seekor kuda yang
istimewa.Kuda ter-sebut biasa digunakan untuk kendaraan sehari-hari maupun
untuk keperluan ke Kawedanan ketika ada pertemuan .Keistimewaan kuda
tersebut ketika ada
sesuatu yang membahayakan maka
kuda tersebut memberikan isyarat dengan meringkih atau menghentak hentakkan kakinya di kandang
. Kemudian sang pemilik ( lurah Ibrahim) mendatangi kuda tersebut
untuk minta diantar ke tempat
dimana ada bahaya. Maka oleh
masyarakat ketika pak lurah
Ibrahim berkeliling desa dengan kuda tersebut
maka masyarakat meningkatkan kewaspadaannya . Ini
terjadi biasanya terjadi baik kejahatan oleh orang jahat maupun akan terjadi wabah penyakit.
Orang-orang biasa menyebut begebluk.
Hingga saat ini walaupun kuda tersebut
sudah tidak ada lagi namun
masyarakat masih sering mendengar
kuda yang lari sambil merintih.
Bahkan juga ada yang pernah
menjumpai kemudian menghilang.
Demikian cerita singkat tentang
sejarah dan dan cerita rakyat
desa Banjaran.
Sejarah kepemimpinan Desa Banjaran
yang dapat di catat adalah sebagai berikut :
|
No. |
NAMA KEPALA
DESA |
DARI
TAHUN |
SAMPAI
TAHUN |
|
1. |
BIRONO |
±
1800 |
±
1800 |
|
2. |
G I P A H |
±
1800 |
±
1800 |
|
3. |
IBRAHIM |
±
1900 |
SEBELUM MERDEKA |
|
4. |
A M I R |
SEBELUM KEMERDEKAAN |
1945 |
|
5. |
GAPUR |
1945 |
1946 |
|
6. |
IMAM HANAFI |
1946 |
1948 |
|
7. |
KEMIS SUMOREJO |
1948 |
1958 |
|
8. |
AMARI |
1958 |
1965 |
|
9. |
MUKMIN |
1965 |
1975 |
|
10. |
ABDUL ADIM |
1975 |
1977 |
|
11. |
H. KHUZAINI |
1977 |
1999 |
|
12. |
MASHURI |
1999 |
2007 |
|
13. |
H. KASMADI |
2007 |
2025 |
VII. PRODUK UNGGULAN
Penguatan Ekonomi Masyarakat Melalui
BUMDes
Mengetahui
KEPALA DESA BANJARAN
H. K A S M A D I
| NO | NAMA LENGKAP | SK PENGANGKATAN | JABATAN | |
| NOMOR | TANGGAL | |||
| 1 | KASMADI | 141/1203/HK/437.12/2019 | 9/29/2019 | Kepala Desa |
| 2 | NUR ALFIN | 141/39/437.108.11/2017 | 12/4/2017 | Sekretaris Desa |
| 3 | SUNARYO | 141/39/437.108.11/2017 | 12/4/2017 | Kaur TU dan Umum |
| 4 | AKHMAD YUNUS | 141/39/437.108.11/2017 | 12/4/2017 | Kaur Keuangan |
| 5 | MEI RESTI ADELIA | 141/05/437.108.11/2018 | 3/13/2018 | Kaur Perencanaan |
| 6 | IMAM WAHYUDI IKSAN | 141/39/437.108.11/2017 | 12/4/2017 | Kasi Pemerintahan |
| 7 | MUHAMAD AMINNYOTO | 141/39/437.108.11/2017 | 12/4/2017 | Kasi. Kesejahteraan |
| 8 | ISA ANSORI | 141/39/437.108.11/2017 | 12/4/2017 | Kasi Pelayanan |
| 9 | HERU SUNANDAR | 141/39/437.108.11/2017 | 12/4/2017 | Kasun Banjaran |
| 10 | KISMAN HADI | 141/05/437.108.11/2017 | 3/13/2018 | Kasun Banjarsari |
Komentar
Posting Komentar
komentar yg santun dan bijak dan tidak mengandung SARA..banjaran bisa lebih baik